Kamis, 10 Desember 2009

Komparasi Roller Aftermarket: Beda Bahan, Apa Efeknya?

Written by http://otomotifnet.com/otoweb/index.php?templet=ototest/Content/0/0/1/7/6455


Views : 286

Published in : , Review Product


 Selain bobot, roller aftremarket yang dijual di pasaran tentu ditawarkan dengan bahan yang berbeda.

“Untuk roller standar Yamaha Mio yang berwarna hitam, materialnya dari MPCr20 atau sejenis plastik resin di mana 30% bahannya merupakan fiberglass,” ungkap Muhamad Abidin, Manager Technical Departement Service Division PT Yamaha Motor Kencana Indonesia.

Nah untuk part yang aftermarket, paling umum terbagi jadi 3 bahan. “Dari harga paling murah biasanya terbuat dari bahan plastik, lalu yang menengah materailnya dari polycarbonat dan selanjutnya adalah roller yang bahan pembuatannya dari teflon,” ucap Ergus, pemilik toko spare-part matik R59 di kawasan Ciputat, Tangerang.



Beda bahan pembuatan, fungsinya bagaimana ya? Untuk mencari tahu, Tim OTOMOTIF pun mengomparasikan 3 roller yang mempunyai bahan berbeda. Pico mewakili roller dengan bahan plastik, Kawahara berbahan polycarbonat dan teflon pada merek Kitaco.

Pengetesan dilakukan menggunakan Mio keluaran 2006 yang mesinnya sudah dibore-up 150 cc. Spesifikasinya terdiri dari knalpot aftermarket, CDI & karburator standar. Mau tahu hasilnya? Simak yang berikut.

Pico

Merek ini belum banyak dikenal, karena memang baru mulai beredar. Fisik luarnya berwarna putih kekuningan, luarnya bertuliskan merek dan bobotnya. “Bagian luar terbuat dari plastik, sehingga daya tahannya tak sebaik yang dari teflon,” terang pria berputri satu ini.

Harganya cukup murah, dijual hanya sekitar Rp 55 ribu. Namun rentang bobotnya juga tak kalah banyak, tersedia dalam ukuran 6 gr sampai 12 gr.

Kitaco

Produk ini, bagian luarnya berwarna cokelat, bertuliskan merek, ukuran diameter dan panjang, serta beratnya. Bagian luar yang bersentuhan langsung dengan puli terlihat sangat halus dan licin.

“Bagian luar tersebut terbuat dari teflon dengan kandungan yang cukup banyak, sedang plastiknya sedikit,” terang Ergus. Sedang bagian dalamnya berisi kuningan dengan bubutan yang cukup halus.

Roller yang dijajakan dengan harga Rp 75 ribu ini tersedia dalam beberapa pilihan berat, dari 6 gr sampai 12 gr.

Kawahara


Roller ini diklaim berasal dari Thailand, fisik luarnya berwarna kuning, bertuliskan merek dan beratnya. Permukaaan luarnya terlihat cukup halus, sedang kuningan yang mengisi bagian dalam bubutannya sangat rapi.

“Bagian luar juga terbuat dari polycarbonat,” terang pria umur 25 tahun ini. Dijual dengan kisaran harga Rp 70 ribu. Memiliki rentang berat yang paling banyak, antara 6 gr sampai 13 gr.

Metode dan Hasil Pengetesan

Pengetesan dilakukan dengan cara, Mio dinaikkan pada Dynojet milik tim balap Bintang Racing Tim di Cibinong, Jabar. Setelah dipasang roller aftermarket, Mio digeber 10 kali dan masing-masingnya dipatok 9.000 rpm. “Langkah pengetesan tersebut dilakukan secara bergantian,” terang Suar, operator alat itu.

Selanjutnya roller yang sudah dites dikeluarkan dari rumahnya dan permukaan roller tersebut diraba. Hal tersebut untuk mencari apakah ada perubahan yang terjadi pada fisik roller, setelah menjalani pengetesan. Hasil pengetesan lihat tabel.

hasil tes:

Roller setelah pengetesan
Kitaco permukaan roller terasa tetap halus dan rata
Kawahara tidak ada perubahan yang berarti pada permukaan roller
Pico terasa sedikit kasar pada permukaan roler








Kesimpulan

Dari hasil pengetesan, terlihat bahwa roller dengan bahan yang terbuat dari plastik tidak kuat bertahan. Hal tersebut bila dibandingkan dengan roller yang bahannya pakai polycarbonat dan teflon.

Sebagai bukti, setelah menjalani pengetesan permukaan roller yang memakai bahan plastik jadi sedikit lebih kasar. Sementara 2 roller lainnya permukaannya terasa tetap rata dan halus.

Meski beda bahan, soal tenaga dan torsi yang dikeluarkan enggak ada bedanya dengan pakai roller standar. Angkanya tetap manteng di 10,1 dk/7.200 rpm dan 7,9 Nm/5.200 rpm

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar